00.15 WIB......
"Hallo...""Nit, lo lagi dimana sekarang?"
"Gue masih di kampus, ada apa Ra?"
Hening.......
"Ra, lo masih di sana kan? kenapa diam aja, Ra....?"
"Nit, pokoknya sekarang juga lo balik!" Kata Ara tanpa basa-basi lagi.
"Tapi Ra, tugas gue masih belum kelar, mana besok harus segera di kumpulin lagi."
"Pokonya sekarang juga lo pergi dari sana Nit, lo lupa tentang cerita fakultas kita?"
"Cerita yang mana Ra?"
"Ga ada waktu buat gue cerita, yang terpenting sekarang juga lo cepat pergi Nit!"
"Oke, gue balik sekarang." Nita mulai panik.
"Usahakan jangan pernah lo lewat lorong bawah fakultas kita"
"Memang kenapa Ra?"
Telpon tiba-tiba terputus....
"Ra... hallo Ra..? sial pake acara batre habis lagi."
Dengan segera Nita memasukan laptopnya ke dalam tas dan pergi dari tempatnya, dengan masih penuh perasaan tidak enak atas pembicaraannya tadi bersama Ara, Nita hanya tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Ara tadi, dengan tanpa sadar Nita berjalan seorang diri di fakultasnya itu, dia tidak terlalu menghiraukan sekitar. dengan jarak yang lumayan jauh antara tempat dia semula dengan arah keluar fakultasnya, seakan tanpa menghiraukan perkataan Ara tadi, dia memutuskan untuk melewati lorong bawah fakultas karna memang jalan itu yang jauh lebih cepat untuk dia keluar dari pada harus memilih jalan berputar.
Tiba-tiba saja langkah Nita terhenti, suasana lorong itu benar-benar sangat mencengkam saat itu, dengan di kelilingi kabut tipis dan udara dingin, Nita melanjutkan langkahnya menyelusuri lorong itu, hingga akhirnya dia merasa nyaman ketika dia melihat ada seorang wanita dengan memakai pakaian serba putih. pada awalnya dia tidak merasa keganjilan dengan wanita itu, namun semakin dia mendekatinya, tingkah wanita itu semakin ganjil dengan gerakannya yang terlihat aneh dan wajahnya yang tertutup akan rambut panjangnya di sertai wangi yang mulai membusuk membuat Nita tersadar wanita itu bukanlah manusia, saat itu juga langkan Nita terasa berat, dia tidak bisa beranjak dari tempat itu, dengan rasa penuh ketakutan Nita pun menutup matanya dengan berkata "Bismillah" berkali kali. Dengan hati yang mulai tenang Nita membuka matanya, namun terkejutnya Nita saat membuka matanya, tepat di depan mukanya yang berjarak 5 centi dari wajahnya itu ada sesosok wajah Kuntilanak dengan tersenyum menyeramkan dan menggeleng-gelengkan kepalnya dengan mengucapkan kata Bismillah yang Nita ucapkan tadi. saat itu juga Nita pingsan dan di temukan keesokan harinya di lorong bawah fakultas dengan posisi tertidur di lorong tersebut.
"Begitulah ceritanya bang." Kata Shanty mengakhiri cerita pengalaman temannya itu ke gue.
"Gila, serem banget de, ga bisa abang bayangin kalau itu abang yang mengalaminya, nauzubillah."
"Begitulah bang, saat gue dengerin cerita itu, gue jadi ga pernah berani pulang kampus malam-malam."
"Abang juga pernah pulang kampus sekitar jam segituan, tapi saat itu abang lagi sama teman-teman abang, yang abang lihat masih banyaknya mahasiswa yang betah duduk fokus dengan laptopnya tanpa menghiraukan lingkungan mereka, ga hanya itu saja de, abang juga pernah melihat sepasang kekasih yang berpacaran di area kampus tengah malam begitu, gila aja, apa kaga ada tempat lagi mereka untuk berpacaran, kaga ngerti abang sih de, boro-boro berpacaran, merinding disko tiap menit iya."
"Hahahahaaa....." Shanty pun ketawa dengan girangnya, Shanty adalah teman sekelas gue di kampus, tapi dia sudah gue anggap sebagai ade gue sendiri, dengan kedekatan kita berdua itulah muncul berbagai cerita miring tentang kita berdua tapi kita hanya tersenyum dan memutuskan untuk tidak ambil pusing karna memang kita tidak ada hubungan sepesial apapun selain abang dan ade. lagipula kita juga sudah memiliki pasangan masing-masing.
"Oh iya bang, katanya lo pindah kosan? memang kenapa dengan kosan lo yang lama bang?"
saat itu juga gue mulai teringat kembali keanehan di kosan gue yang lama, yang membuat gue terdiam sejenak dan tersenyum.
"Lo kenapa bang senyum-senyum ga jelas begitu?"
"Ga apa kok de, abang bosan aja di sana pengen cari suasana baru aja, dan juga teman-teman baru pastinya." kata gue asal jeplak.
"Owh begitu, ya sudah balik yuk udah sore juga."
"Siap."
*****
Ini dia kosan gue yang baru, berbeda dengan sebelumnya kosan gue kali ini bergenre lebih minimalis,berlantai dua dan nyaman pastinya serta lingkungan dan para penghuninya yang baik membuat gue yakin gue betah di kosan ini, apa iya gue akan betah di sini? kita liat saja nanti.
Dua bulan sudah gue tinggal di kosan yg baru ini, hari ini tepat tanggal jadian gue dengan pacar gue, gue pun di kejutkan dengan kedatangan pacar gue pagi-pagi, sejujurnya gue lupa kalau hari ini tanggal jadian kita tapi utungnya pacar gue ga terlalu mengubrisnya. Seharian kita habiskan waktu bersama di kamar kosan gue, dengan menonton dvd, main PlayStation, cerita sana sini, dan di akhiri dengan kemanjaan dia tidur di pangkuan gue dengan gue nyanyiin sebuah lagu.
Malamnya kita memutuskan untuk makan di luar, namun sebelumnya gue mulai iseng ngerjain teman sebelah kamar gue yang kebetulan dia juga sedang bersama pacarnya, gue iseng manggil-manggil nama dia, dan begitu dia keluar gue berpura-pura bukan gue yang memanggil, karna memang malam itu yang ada di kosan cuman gue dan dia, alhasil dia ketakutan dan kembali kekamarnya, gue cuman bisa ketawa cekikikan di sertai dengan pukulan manja cewek gue di pundak gue. "Dasar kamu tuh ya, iseng banget jadi orang." kata pacar gue. Gue masih tertawa saja saat itu. namun betapa terkejutnya gue saat itu juga gue melihat bayangan seseorang dengan rambut berantakan yang bisa gue tebak itu bayangan seorang laki-laki, tapi gue yakin di kosan saat itu hanya ada gue dan teman sebelah kamar gue, ga ada yang lain baik kamar atas maupun bawah. saat itu juga gue terdiam melihat keganjilan yang gue alami barusan.
"Kamu kenapa? kok diam begitu?"
"Ga apa kok." gue memang saat itu sedang panik tapi gue lebih memilih untuk tidak menceritakan ke pacar gue karna memang gue tidak ingin dia ketakutan, dia memang anaknya penakut akan hal seperti itu.
Sesaat sebelum gue keluar dari kosan, tepat dari arah dalam kosan ada suara seorang wanita yang memanggil nama gue, gue mengira pacar teman gue itu yang iseng manggil gue tapi, ga ada satu pun seseorang di sana, sekali, dua kali, nama gue terus di panggil hingga akhirnya sampai yang ketiga kalinya suara itu mulai membentak memanggil nama gue. yang lebih herannya lagi pacar gue tidak mendengar suara apapun itu, gue hanya berpikir ini semua terjadi pasti karna keisengan gue tadi.
Sepulangnya dari tempat makan gue bergegas minta maaf kepada teman gue itu, dengan perasaan aneh dia bertanya apa yang terjadi, dan gue menceritakan semua yang gue alami tadi, dia serempak berteriak ke atas dengan tujuan apakah memang ada yang lain di sana namun hasilnya nihil, ga ada seorang pun di atas, sejenak dia bercerita tentang kosan ini, karna memang dia yang duluan ngekost di sini, katanya salah satu mantan penjaga di kosan ini pernah bercerita kalau memang kosan ini memang banyak keganjilan, terbukti sudah berkali-kali kosan ini gonta ganti penjaga, tapi dia berpikir positif saja tentang kosan ini. hampir satu jam kita bercerita sehingga melupakan orang tersayang di kamar sendirian, yang alhasil kita di cemberutin pasangan kita masing-masing.
*****
Seminggu setelah kejadian itu semua anak kosan sudah mengetahui kejadian yang gue alami seminggu kemarin, dari hal itu lah anak-anak memutuskan untuk berkumpul bareng di salah satu kamar di atas. awalnya kita menghabiskan waktu dengan bernyanyi bersama hingga larut malam, dan setelah larut malam, semuanya berubah menjadi serius, karna memang ini waktunya kita bercerita tentang apa saja yang sudah terjadi di kosan ini, ternyata bukan hanya gue saja yang mengalami keganjilan itu, cerita di mulai dari salah satu teman kosan gue Yudha, dia bercerita kalau dia melihat teteh penjaga kantin di kosan gue sedang duduk di tangga kosan pada waktu magrib, dia pun berpikir positif dan menyapanya "Teh, tumben belum pulang jam segini, biasanya juga jam 4 sudah pulang?" katanya sambil mendekati tangga yang bersebelahan dengan kamarnya, tapi pertanyaan Yudha itu tidak di jawab sama sekali dengan si teteh, dia berkata saat itu teteh hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun dan hanya duduk, dan keesokan harinya ketika di tanyakan dengan teteh di kantin, kalau memang kemarin dia sudah pulang dari jam 3, yang membuktikan bahwa kemarin itu bukannya dia. kedua Teman gue yang di kamar atas Pebrian, dia bercerita kalau pada saat itu dirinya pernah mendengar suara anak ayam di depan jendela kamarnya saat larut malam, yang membuat aneh suara itu malah semakin keras di saat dia menambah volume musiknya, namun setelah di matikan musiknya suara anak ayam itu kembali mengecil, terus saja seperti itu hingga akhirnya, jendela kamarnya itu tiba-tiba terbuka dengan sendirinya, tanpa basa-basi lagi dia mematikan laptopnya dan menutup jendela itu kemudian tidur dan bertindak seolah ga ada kejadian apapun.
"Mungkin itu anak ayam demen ama lo Peb, hahahaaa.." serempak anak-anak yang lain pada ketawa.
"Oke selanjutnya gue ya, jadi kejadiannya gini waktu 3 minggu yang lalu gue pernah di kasih tau kejdian aneh dari penjaga kosan, katanya begini, dia melihat ada anak berempat dari kamar atas, tapi dia lupa siapa itu, pokoknya salah satunya gue, dia bilang saat dia bertanya kepada anak berempat itu 'Mau kemana?', empat anak itu serempak berkata mau pulang ke jakarta dan kemudian pergi, namun 10 menit kemudian empat anak itu kembali, dengan herannya penjaga itu kembali bertanya, 'Loh kok balik lagi? katanya mau pulang ke Jakarta.' gue kaget kan, memang kenyataanya gue sama yang lain memang baru pulang dari kampus, tapi dia bilang dia baru saja melihat kita dari dalam kosan, saat itu juga gue sama yang lain ga jadi balik ke kosan." kata Guruh salah satu anak atas kosan gue.
"Oke gue juga punya keganjilan itu, saat itu gue ga habis pikir ada yang iseng bolak balik kamar gue dengan membawa bambu panjang, saking risihnya gue, gue pun keluar namun alhasil ga ada seorang pun di luar sana." kata Dino singkat.
Semua anak yang lain hanya berdiam diri yang gue yakin pasti mereka juga punya pengalaman ganjil di kosan ini hanya saja mereka tidak ingin menceritakannya dengan alasan mereka sendiri.
"Kalian masih inget kejadian di tahun 2008 tentang anak-anak kosan di Jatinangor?" kata salah satu senior teman kosan gue, yang memang pada dasarnya kita sebagian dari angkatan 2009 alhasil banyak yang belum tau tentang apa yang terjadi di tahun 2008 yang mungkin bagi sebagian anak kosan pada saat itu adalah tahun yang sangat meresahkan.
"Memang ada apa di tahun 2008?" kata gue heran.
"Di tahun tersebut banyak sekali dari sebagian anak kosan di Jatinangor mengalami keganjilan, apa lagi di tahun tersebut juga banyak isu yang mengatakan ada POLING!"
"Apa itu Poling?"
"Pocong keliling."
Hening.......
"Menurut penduduk sekitar poling itu terjadi karena ada seorang ayah yang mengorbankan anaknya untuk pesugihan namun anaknya yang tidak terima itu terjadi, dia berkeliling dari pintu ke pintu berharap ada seseorang yang mau melepaskan ikatan pocongnya, kalian bisa terbayangkan, gimna mau membantu membukakan talinya sedangkan wajahnya saja sudah membuat kita lari atau bahkan pingsan."
"Terus ada ceritanya dari anak kosan?"
"Ada, dan itu gue sendiri yang mengalaminya waktu gue sedang berkumpul bertiga di salah satu kosan teman gue, saat itu kita bertiga sedang melakukan kegiatan masing-masing, gue yang pada saat itu sudah tertidur duluan, dan kedua teman gue ada yang sedang main games dan laptopnya, tanpa sengaja mereka mencium bau busuk, yang pada awalnya mereka mengiri bau itu dari pantat gue alias gue kentut, tapi setelah di survey lebih lanjut ternyata gue sama sekali ga kentut, namun bau itu semakin menjadi-jadi, tanpa sengaja temn gue yang berdekatan dengan jendela melihat ada pocong di depan kamar temannya yang bertepatan di depan kamar dia, sambil mengetuk pintu kamar itu dengan kepalanya, karna memang saking kerasnya ketukan itu membuat teman dia ynag di kamar itu marah dan membuka pintunya dengan membantingnya tapi setelah pintu itu terbuka ternyata pocong itu sudah mengilang."
"Jadi pada akhirnya hanya teman lo yang melihat itu semua."
"Iya."
Hening.....
"Bukan hanya itu saja, tepat di tahun yang sama ada satu lagi keganjilan yang benar-benar membuat kita tidak bisa mempercayai siapapun yang datang di kosan kita."
"Maksudnya?"
"Kita sebut aja keganjilan itu namanya tamu tak di undang, jadi ceritanya begini. Waktu itu temen gue berniat mengerjakan tugas kelompok bareng di kosannya namun semua kelompoknya mempunyai kesibukan masing-masing, tapi ada salah satu teman gue yang akan datang ke kosannya, dan ini percakapannya.
'Fan, gue kosong kok kaga ada kesibukan jadi bentar lagi gue ke kosan lo, bahan-bahan juga sudah gue siapin semua, jadi lo jangan kemana-mana 10 menit lagi gue datang.' sms singkat dari teman gue, karna mendapatkan sms seperti itu teman gue dengan sabar menunggu temannya itu. Benar saja setelah 10 menit kemudian temannya itu datang, tanpa berkata apapun temanya itu langsung duduk di dekat meja belajar yang sebelumnya di persiapkan teman gue. Tingkah laku temannya itu mulai tidak wajar karna setiap kali di ajak ngobrol dia hanya berdiam diri tidak seperti biasanya, namun teman gue itu tidak terlalu mengubrisnya dia terus melanjutkan pekerjaannya. hingga akhirnya pulpen yang teman gue pegang itu tiba-tiba terjatuh tepat di bawah meja, dengan segera teman gue mengambilnya dan terkejutnya dia setelah mengetahui temannya yang tepat berada di depannya itu duduknya melayang tanpa menyentuh lantai sedikitpun, teman gue benar-benar tidak tau harus berbuat apa saat itu, tangan dia gemetar dan dia mulai menelan ludah dalam-dalam lalu mencoba bangkit kembali dan mencoba bertindak seperti tidak ada apa-apa, dia tidak berani melihat kedepan, kepalanya mencoba untuk tetap menunduk. dan dengan keberanian yang masih tersisa dia berkata 'Sepertinya kegiatan kelompok kita sampai di sini dulu ya, tiba-tiba kepala gue pusing berat, gue pengen istirahat' kata dia dalam kondisi kepala menunduk. dan pada akhirnya entah siapa itu yang berada di depannya saat ini mulai berkata sesuatu, 'Kamu mau tidur atau sudah tau?' tidak mengerti dengan apa yang di ucapkannya teman gue itu mencoba bertanya kembali, 'maksudnya, g..gu..gue ga ngerti.' tanpa berkata apa-apa lagi mahluk itu pun tertawa dengan mengerikannya dan kemudian menghilang." kata salah satu teman kosan gue.
Hening.......
"Kejadian itu memang yang sering terjadi, bagaikan kita ada di sebuah acara kuis yang mungkin dengan judulnya 'Kena deh!' anak kostan seakan sedang di landa teror yang membuat siapapun itu semakin tidak mempercayai siapapun yang datang dan apa bila ada tugas atau ingin ketemu dengan yang lainnya di usahakan untuk bertemu di luar dan memastikan apakah itu benar dia atau bukan."
"Gue ga habis pikir, apa yang sebenarnya terjadi."
"Gue juga pernah mengalaminya, tapi dengan berbeda cara dan bukan di kosan ini, saat itu gue sedang tidur siang, tiba-tiba teman gue telepon dan berkata bahwa dia ingin main ke kosan gue, gue yang masih setengah sadar hanya bisa mengucapkan iya tanda setuju, setelah 15 menit kemudian teman gue itu datang, dengan sifat yang sama dengan si Dino bilang tadi dia terus saja berdiam diri dan dia pun duduk tepat di komputrgue, dengan tenangnya dia memainkan laptop gue, gue memang merasa heran dngan teman gue itu, tapi gue berfikir positif aja, mungkin dia sedang ada masalah dengan pacarnya jadi makannya dia diem seperti itu, gue pun kembali mencoba merebahkan badan lagi karna memang gue masih di serang kantuk yang bener-bener buat gue teler, namun 10 menit kemudian handphone gue kembali berdering tanpa melihat dari siapakah telepon itu, gue langsung menjawabnya.
'Sob, sorry banget gue kaga jadi kekosan gue, tiba-tiba cewek gue datang ke kosan gue, sorry banget kalau udah buat lo nunggu, thanks sob.'
gue bingung siapa yang telepon tadi, aneh, tiba-tiba saja berkata seperti itu, namun setelah gue melihat nama telepon tadi ternyata itu teman gue yang mau main ke kosan gue, betapa terkejutnya gue. tanpa melakukan apapun lagi, gue hanya ga habis pikir jika itu benar teman gue terus siapa yang ada di depan gue dan sedang memainkan komputer gue, dengan sisa keberanian gue yang masih ada gue memberanikan diri untuk mencoba menyuruh dia pergi. 'Sob, sorry banget tiba-tiba badan gue tidak enak banget dan sebentar lagi juga cewek gue mau ke kosan gue, bisa lo pergi dulu, soalnya lo tau sendirilah kalau ada cewek gue gimana.' dia pun menjwabnya dengan perkataan yang sama dengan cerita Dino tadi, 'cewek kamu mau datang atau kamu sudah tau?' seakan telah di skakmat gue hanya bisa menhan rasa takut itu dan kemudian dia melihat gue dan tertawa mengerikan dan kemudian menghilang, gue pun lari terbirit birit ke kamar teman gue yang di sebelah. saat itu juga gue ga percaya siapapun yang datang ke kosan gue." kata Gemilang bercerita.
*****
Gue bener-bener ga habis pikir kalau seandainya gue di tahun itu mulai kuliah, apa yang akan gue lakukan tiap hari di kosan. gue masih bisa bersyukur kalau gue masuk kuliah di tahun 2009. semoga saja semuanya tidak terjadi di tahun ini.
Dua minggu kemudian....
Tiba-tiba handphone gue bunyi dan dari namanya gue sudah tau siapa yang menelpon gue itu.
"Sayang... hari ini aku lagi bebas ga ada dosen, aku main ke kosan kamu ya. kangen pengen dengerin suara kamu kalau lagi nyanyi balonku ada lima." kata pacargue dengan celetukannya.
"Iya sayang ke kosan aja, aku juga lagi ngerjain banyak tugas, nanti kamu bantuin aku ya."
"Beres sayang.. aku 15 menit lagi ke kosan kamu ya... dah..."
10 menit kemudian... pintu kosan gue ada yang mengetuk menandakan ada seseorang yang datang, gue pun membuka pintu dan ternyata benar saja, pacar gue dengan senyuman manisnya berkata 'siaannnggg' dan kemudian duduk di depan komputer gue, pacar gue memang sifatnya seperti itu.
"Hey hey, aku lagi ngerjain tugas dulu, main duduk aja di di kursi kerja aku." kata gue kesal
"Bentar ah yang, sudah lama nih ga nge gaul sama teman teman."
"Dasar kamu tuh ya.." gue pun mengalah dan memutuskan untuk membaca Novel.
Setelah 15 menit kemudian tiba-tiba handphone gue mulaimenunjukan tanda-tanda kehidupannya. dan terkejutnya gue ternyata yang menelpon gue itu pacar gue sendiri. dengan herannya gue pun menanyakannya dengan pacar gue itu 'Yang, kamu telpon aku? bego, orang kita deket-deketan gini pake acara telpon-telpon segala lagi.' namun pacar gue itu mulai bertingkah aneh dia hanya berdiam diri saat itu, pikir gue kalau memang dia bercanda gue pun iseng menjawab telpon itu dan akhirnyaa..
"Sayang.... maaf banget aku ga jadi main ke kosan kamu, ternyata dosennya datangnya telat, ini juga aku sedang di toilet, maaf ya sayang. love u.." tut tut tut.....(teleponnya langsung di matikan)
End...







