Jumat, 12 April 2013

#HarKost Sekilas Info seputar kejadian yang menimpa Mahasiswi di Jatinangor

Polisi Larang Ambil Gambar Tersangka

JATINANGOR – Setelah sebelumnya dijadikan sebagai tersangka pembuang bayi hingga meninggal, Id, 20, salah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jatinangor tersebut kini tiba di Mapolsek Jatinangor, Senin (8/4) siang sekitar pukul 12.00.
Sebelumnya, Id dikabarkan sempat dirawat selama dua hari di Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung akibat terluka setelah melahirkan bayi malang yang dibuangnya itu. Tersangka Id, tiba di Mapolsek Jatinangor dalam pengawalan ketat beberapa anggota Satreskrim Polsek Jatinangor berikut didampingi kerabat tersangka.
Namun sangat disayangkan ketika sejumlah wartawan baik dari media cetak dan elektronik ingin mengambil gambar tersangka, tidak diperbolehkan oleh pihak kepolisian. Polisi melindungi tersangka dengan alasan tidak mempunyai kewenangan untuk menjelaskan kronologis terkait kasus tersebut.
“Saya tidak mempunyai kewenangan untuk berbicara kepada awak media, karena yang mempunyai kewenangan hanya kapolsek dan kapolres,” singkat Kanit Reskrim Polsek Jatinangor, AKP Toto Sumarto kepada wartawan seraya membawa tersangka dengan menutupi wajah menggunakan jaket.
Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang mahasiswi universitas ternama di Jatinangor, Indira, 20, yang juga warga Jakarta ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus pembuangan bayi di kos-kosan Kawasan Jatinangor. Tepatnya di depan Pondok Yellow Lilly di Dusun Ciawi RT 02 RW 04 Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor belum lama ini.
Menurut informasi yang dihimpun Radar Sumedang dari sejumlah penghuni kos di Jatinangor, tersangka kasus pembuangan bayi adalah seorang mahasiswi Fisip Unersitas Padjajaran (Unpad) Jatinangor semester empat yang juga warga Jakarta. Sehingga dengan perbuatannya itu bayi yang dibuangnya meninggal akibat mengalami kedinginan.
Salah seorang penghuni kos di Jatinangor yang enggan dikorankan mengatakan, warga dan seluruh mahasiswa penghuni kos di Jatinangor dikejutkan dengan kasus tersebut, pasalnya tersangka kasus pembuangan bayi itu adalah seorang mahasiswi di Unpad.
"Tersangka saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung. Namun kami berharap, tersangka diganjar hukuman seberat-beratnya, karena tersangka bukan hanya mencoreng nama baik status kemahasiswaan namun juga telah membuang seorang bayi tak berdosa," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Jatinangor, Kompol Rikky Aries Setiawan membenarkan jika tersangka kasus pembuangan bayi di Jatinangor itu seorang mahasiswi di salah satu Universitas ternama di Jatinangor.
"Setelah ditemukannya mayat bayi yang dibungkus plasctik bad cover itu, Satreskrim Polsek Jatinangor melakukan penyelidikan sehingga berhasil meringkus pelakunya di seputaran tempat kos di Jatinangor," sebutnya.
Dengan demikian, lanjut Rikky, tersangka dijerat Pasal 341 jo Pasal 342 KUHP, dan diancam hukuman penjara diatas 10 tahun. "Terungkapnya kasus yang sempat membuat geger warga Jatinangor ini, berkat kejelian anggota Satreskrim Polsek Jatinangor. Saat ini kami terus melakukan penyelidikan dengan memanggil sejumlah saksi," tuturnya.(isl)

Jumat, 05 April 2013

Program #KamisMistis "40 JIN MUSLIM PENJAGA KAMPUNG DI BANGUNAN MAJELIS KAMPUNG BABAKAN"


 
            Bangunan majelis ini bila diamati secara fisik merupakan bangunan biasa yang diperuntukan untuk berbagai kegiatan keagamaan. Bangunan yang terletak di Kampung Babakan, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang Cianjur ini berlokasi dipojok kampung. Cat dindingnya biru, dan tampak resik, dikarenakan bangunan tersebut memang baru diperbaiki tahun lalu. Di sebelah bangunan utama, terdapat pula sebuah bangunan kecil tempat bermalam tamu dari luar daerah yang datang ke majelis. Tapi siapa sangka bila bangunan yang tampak asri ini menyimpan suatu rahasia.
            Penulis baru menyadari keberadaan bangunan majelis ini ketika saat itu penulis sedang berkunjung ke rumah seorang teman di Desa Jayagiri. Saat penulis berjalan-jalan, menemukan bangunan itu. Pandangan pertama saat melihat bangunan tersebut adalah perasaan sedikit aneh dan entah kenapa penulis menjadi sangat tertarik untuk mengetahui rahasia dibalik bangunan biru itu lebih jauh. Penulis merasakan aura gaib yang dipancarkan oleh bangunan tersebut.
            Dari teman penulis dan beberapa warga, penulis baru tahu bahwa bangunan tersebut adalah sebuah majelis. Bangunan tersebut sering digunakan untuk acara-acara keagamaan. Secara rutin dilakukan pengajian ibu-ibu pada Jum’at sore dan bapak-bapak pada Jum’at malam. Selain kegiatan tersebut, bangunan ini jarang digunakan.
            Tapi menurut Rahman, warga yang tinggal hanya beberapa meter dari bangunan majelis menambahkan bahwa bangunan tersebut memang menyimpan suatu rahasia. Menurutnya, pernah ada seorang lelaki yang mencuri kayu yang disimpan di belakang bangunan tersebut. Hasilnya, pencuri tersebut hanya berputar-putar di dalam kampung dan akhirnya dipergoki warga pada pagi harinya.
            Disebutkan pula oleh beberapa warga bahwa kita tidak boleh berbuat tidak senonoh disekitar bangunan majelis tersebut. Selain itu, kita juga harus sopan dan menjaga perkataan dan perbuatan. Bila tidak kita bisa mendapat celaka karena disebutkan bahwa di tempat itu memang ada penghuni halusnya.
            Demi mendapatkan keterangan yang lebih jelas, penulis kemudian mendatangi Bapak Usman. Beliau merupakan salah satu tokoh masyarakat dan tokoh agama yang disegani di Kampung Babakan dan sekitarnya. Dari beliau, penulis mendapatkan keterangan yang lebih lengkap.
            Menurut Pak Usman, bangunan majelis tersebut memang memiliki sejarah tersendiri. Sejarah majelis ini tidak terlepas dari nama Mama Gelar yang merupakan penyebar agama Islam terkemuka di Cianjur dan sekitarnya. Bahkan kegiatan syi’ar Islamnya mencapai Pulau Andalas.
            Dalam menyebarkan agama Islam, Mama Gelar diceritakan aktif berkelana dari satu daerah ke daerah lainnya. Hanya saja, dalam perjalanan menyebarkan agama Islam ini, ada satu sikap luar biasa yang dimiliki Mama Gelar. Setiap menyebarkan Islam di satu daerah, Mama Gelar tak akan pernah mau menginap atau tinggal di rumah penduduk, dengan alasan untuk menghindari fitnah. Mama Gelar lebih memilih untuk mendirikan suatu bangunan sederhana yang berfungsi sebagai rumah dan juga majelis pengajiannya. Di bangunan yang didirikannya itulah yang menjadi tempat pusat syi’ar Islam.
            Karena itulah, disebutkan bahwa total majelis Mama Gelar jumlahnya ada 133 yang semuanya tersebar di berbagai tempat di Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah majelis di Kampung Babakan ini yang merupakan majelis ke 63 dari 133 majelis.
            Majelis ini pertama kali didirikan pada sekitar tahun 1977. Hingga tahun 2008, bangunan tersebut hanya berupa bangunan sederhana yang terbuat dari kayu. Tapi pada tahun 2008, bangunan tersebut direnovasi dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini yang berupa bangunan permanen.
            Ketika penulis menceritakan soal aura gaib yang penulis rasakan dan cerita dari beberapa warga tentang adanya mahluk halus di bangunan majelis tersebut, Pak Usman hanya tersenyum. Selanjutnya Pak Usman menceritakan rahasia dibalik bangunan tersebut.
            Ternyata memang ada penghuni halus di bangunan majelis itu. Dituturkan oleh Pak Usman bahwa dahulu oleh Mama Gelar di majelis tersebut ditempatkan 41 jin muslim yang entah berasal darimana. Ke 41 jin tersebut diberi tugas sebagai penjaga kampung. Hanya saja, seiring berjalannya waktu ternyata satu dari ke-41 jin muslim itu memiliki sikap yang kasar dan sering mengganggu orang di sekitar majelis sehingga akhirnya dipindahkan hingga saat ini hanya ada 40 jin muslim yang 24 diantaranya adalah kalangan ulama bangsa jin. Pimpinan dari ke 40 jin muslim tersebut adalah jin yang bernama Azraq.
            Sebenarnya, ke 40 jin muslim ini memiliki perangai yang baik dan temasuk jin yang soleh. Hanya saja, sesuai tugas yang diberikan kepadanya, jin-jin tersebut akan memberikan reaksi negatif bila ada orang yang berniat jahat atau tidak senonoh. Misalnya saja orang yang berbuat seenaknya di sekitar majelis.
            Bahkan menurut Pak Usman, pernah ada seorang lelaki yang buang hajat di sekitar majelis. Hasilnya, lelaki tersebut sakit selama beberapa hari. Setelah ditangani oleh Pak Usman, barulah orang tersebut sembuh. Ketika melakukan penyembuhan, Pak Usman mengadakan kontak gaib dengan penghuni majelis dan yang berkomunikasi dengan Pak Usman adalah jin muslim yang bernama Jakalelana. Orang tersebut dianggap tidak sopan oleh Jakalelana sehingga dibuat sakit.
            Yang lebih hebat, jin-jin tersebut ikut ambil bagian dalam keamanan kampung. Memang sejak dulu sampai sekarang, Kampung Babakan merupakan kampung yang terbilang sangat aman. Sangat jarang terjadi pencurian. Pak Usman juga membenarkan cerita yang disampaikan Rahman, bahkan menambahkan bahwa dulu pun pernah ada seseorang yang mencuri di sebuah rumah di Kampung Babakan dan hasilnya pencuri itu hanya berputar-putar di Kampung Babakan hingga pagi dan ditangkap warga.
            Pernyataan ini juga akhirnya menjawab rasa penasaran penulis. Ya,saat datang ke Babakan penulis memang agak heran melihat perilaku penduduknya yang penulis anggap sangat ceroboh. Bayangkan, setiap orang bila meninggalkan sepeda motor diparkir didepan rumah atau dipinggir jalan pasti kuncinya tidak dicabut dan dibiarkan tergantung di kontak. Pak Usman menjelaskan bahwa memang semua penduduk sudah merasa aman dan pada kenyataannya memang belum pernah ada sepeda motor hilang atau kehilangan barang lainnya. Kalaupun ada yang mencuri pasti si pencuri tak akan bisa lari dan hanya berputar-putar disekeliling kampung hingga ditangkap penduduk.
            Penulis pun membuktikannya sendiri. Penulis meninggalkan sepatu penulis di pinggir gang didepan rumah teman penulis yang menjadi tempat menginap penulis. Saat malam pun penulis tidak memasukkan sepatu tersebut ke dalam rumah. Hasilnya, walaupun sudah disimpan selama 3 hari, sepatu itu tidak hilang. Padahal bila hal ini dilakukan di kota, dipastikan sepatu tersebut akan melayang.
            Mengenai hal ini, ditanggapi juga oleh Pak Usman sebagai terwujudnya salah satu pernyataan dari Mama Gelar. Saat Mama Gelar masih hidup, Mama Gelar memang pernah berkata mengenai keberadaan majelis di Kampung Babakan ini. Mama Gelar berkata, “Nanti suatu saat akan ada suatu lingkaran merah yang akan melingkari majelis dan daerah sekitarnya, hal ini akan membuat daerah sekitar majelis terhindar dari berbagai bencana dan serbuan musuh.” Arti lain dari pernyataan ini adalah bahwa daerah sekitar majelis dan Kampung Babakan akan selalu aman dan terhindar dari berbagai bencana.
            Disamping kisah-kisah tersebut, penulis pun ingin melakukan riyadoh di majelis tersebut. Dasarnya adalah untuk semakin mendekatkan diri pada Allah serta bersilaturahmi dengan para jin muslim di majelis. Maka, penulis kemudian meminta izin pada Bapak Haji Zaeni, salah seoang sesepuh yang sering melakukan riyadoh di majelis. Ternyata Pak Zaeni menyambut baik keinginan penulis dan mempersilahkannya. Maka pada malam Jum’at tanggal 30 Juli penulis melakukan riyadoh yang dimulai pada pukul 10 malam hingga pukul 1 dinihari.
            Saat riyadoh, penulis merasakan kenyamanan yang luar biasa. Udara menjadi sejuk dan nyaman membuat penulis semakin khusyuk berdoa dan berdzikir. Saat ini juga penulis merasakan seperti ada sosok-sosok asing yang berkelabat yang mungkin adalah sosok jin muslim di majelis.
            Memasuki pukul 12 malam, ada sedikit keanehan. Tiba-tiba di luar majelis terdengar ribut-ribut suara kambing dan ayam dari rumah warga. Anehnya, bila penulis simak, suara ribut ini terdengar dari seluruh rumah warga di berbagai penjuru sekitar majelis, karena memang kebetulan di Kampung ini rata-rata setiap rumah memiliki ternak. Penulis keheranan dan bertanya-tanya dalam hati, apa gerangan yang terjadi? Mengapa semua ternak menjadi ribut?
            Esok paginya, keheranan penulis terjawab. Menurut beberapa warga, ternyata pada sekitar pukul 12 malam tadi terjadi gempa bumi yang cukup lumayan. Gempa bumi ini memang termasuk fenomena alam biasa, tapi hal ini membuat penulis takjub.
            Ya, sudah jelas semalam penulis sedang berdzikir di majelis tapi tidak terasa getaran gempa sedikitpun. Penulis hanya mendengar suara ternak yang memang selalu ribut bila ada fenomena alam seperti gempa. Subhanallah, memang Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Secara logika, seharusnya penulis yang sedang riyadoh di majelis ikut merasakan getaran gempa yang terjadi selama sekitar 5 menit itu. Tapi kenyataannya tidak terasa getaran sedikit pun. Kesimpulannya, memang ada sesuatu yang khusus di majelis ini. Wallahualam.

Kamis, 04 April 2013

Program #GadoGado "Hal Yang Dilarang Di luar Negeri"




1.Jangan Mengangkat Tangan dengan Telapak Tangan Menghadap ke Depan Di Yunani Di Yunani, gesture mengangkat tangan dengan telapak tangan menghadap ke depan disebut juga sebagai moutza. Di jaman dulu, para penjahat di Yunani di arak keliling jalan dengan wajah yang dihitamkan untuk mengindikasikan bahwa mereka malu atas perbuatannya.
Jika mereka beruntung, wajah mereka dikotori dengan arang, jika tidak, kotoran pembuangan dari anus, wajah mereka akan dilumuri dengan benda tersebut, dan karena untuk membersihkan muka orang tersebut dilakukan oleh orang lain dengan mengusap wajahnya, maka gesture tersebut menjadi suatu tanda penghinaan.

2. Jangan Mengacungkan Jempol ke Atas Di Timur Tengah
Tidak hanya di Timur Tengah, gesture ini juga merupakan gesture yang ofensif di beberapa Negara di Afrika Barat dan Amerika Selatan. Trus apa arti gesture tersebut ?? Lagi-lagi berhubungan dengan Anus. Bila anda mengacungkan jempol anda ke atas ke seseorang, berarti anda ingin memasukkan jempol anda tersebut ke anus orang tersebut.

3. Jangan Menghabiskan Makanan Jamuan Untuk Anda Di China, Thailand dan Filipina
Pada saat menjamu seseorang, hal yang paling penting adalah menyajikan makanan yang lezat untuk tamu undangan. Namun di beberapa Negara, yang paling penting adalah makanan yang disediakan tersebut cukup untuk porsi sang tamu.
Dengan menghabiskan semua makanan jamuan untuk anda, anda mengungkapkan kekecewaan anda kepada si tuan rumah bahwa makanan yang disajikan kepada anda sangat sedikit dan tidak cukup untuk mengenyangkan anda.

4. Jangan Memberi Bunga dengan Jumlah Genap Di Russia
Di Russia, bunga dalam jumlah genap hanya diberikan pada saat pemakaman. Memberikan bunga dalam jumlah genap berarti anda mengharapkan orang yang menerima bunga tersebut segera meninggal, So, jangan pernah memberikan bunga dalam jumlah genap pada gadis Russia yang sedang anda taksir, kecuali bila gadis tersebut beraliran gothic atau menganut agama pemuja setan

5. Jangan Memberi Hadiah dengan Tangan Kiri Di Hampir Semua Negara
Pada beberapa Negara, melakukan suatu perbuatan dengan tangan kiri merupakan perbuatan yang dianggap kotor. Hal ini dikarenakan tangan kiri adalah tangan yang digunakan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang dikeluarkan ketika anda sedang buang air besar.

6. Jangan Memberi Tanda “OK” dengan Jari Anda Di Brazil
Di Brazil, tanda “OK” secara kasar mempunyai kesamaan arti dengan gesture ketika anda mengacungkan jari tengah anda.
Salah satu insiden yang paling terkenal adalah ketika Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon mengunjungi Brazil. Ketika ia baru saja turun dari pesawat, ia mengangkat kedua tangannya dan memberi gesture “OK”.

Program #GadoGado "Ilmuwan Menemukan Gerbang Neraka" Oleh Claudine Zap

SEORANG ilmuwan Italia d’ aNDRIA telah menemukan 'Gerbang Neraka' lengkap dengan asap beracunnya. temuan INI DI Gerbang Pluto

gerbang ini terletak di situs kuno di Turki,


"Gerbang Pluto" "Menempel pada kuil di tenggara adalah Plutoneion, sumber ketenaran kota tersebut. GERBANG NERAKA IINI sebagai sebuah lubang di perbukitan, yang di depannya tertutup oleh kabut tebal yang bisa berakibat fatal bagi siapapun yang masuk."

"Tempat ini penuh dengan asap kabut yang sangat tebal sampai orang tak bisa melihat tanah. Hewan yang melewatinya langsung mati. Saya melempar burung gereja dan mereka langsung menarik napas terakhir dan jatuh."

Gerbang neraka ini masih sama berbahayanya sampai sekarang. Kata si profesor, "Kita bisa melihat gua mematikan itu saat penggalian. Beberapa burung langsung mati saat mencoba mendekat ke bukaannya yang panas, langsung terbunuh oleh asap karbon dioksida."

Menurut Discovery News, asap ini berasal dari gua di bawah situs, termasuk kolom-kolom dengan pahatan untuk Pluto dan Kore, dewa-dewa bawah tanah. Ditemukan juga sisa reruntuhan kuil, kolam dan tangga yang ditaruh di atas gua. D'Andria kini tengah mengerjakan reka digital situs tersebut.